Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta

Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta, Berkiprah dalam dunia bisnis tak cuma memerlukan ambisi dan modal. Anda juga wajib memahami pelbagai hal mendasar seperti sistem menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan.

Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta
Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta

Mengapa seorang pebisnis seharusnya memahami perhitungan HPP? Salah satunya gunanya merupakan untuk mengenal sempurna modal yang diperlukan untuk mendapat suatu produk. HPP juga diperlukan untuk perhitungan lain.

Secara untuk bisnis masakan, berikut metode menghitung HPP yang benar.

Berkenalan dengan HPP
Istilah HPP sendiri benar-benar tak jarang diterapkan dalam pembahasan bisnis, akuntansi, dan ekonomi. Melainkan orang yang tak berkiprah di dalam bidang hal yang demikian mungkin asing dengan istilah ini. 

Seperti yang sudah diceritakan, HPP ialah kependekan dari Harga Pokok Penjualan. HPP juga diketahui dengan istilah Cost of Good Sold (COGS) dalam bahasa Inggris. 

Definisinya yakni keseluruhan modal atau tarif yang diperlukan oleh pebisnis atau perusahaan untuk menerima produk. Produk hal yang demikian nantinya akan dijual terhadap konsumen. 

HPP ini sama sekali berbeda dengan harga jual, Anda wajib memahami hal ini semenjak permulaan. Pengertian harga jual sendiri adalah harga yang patut dibayar oleh konsumen terhadap pebisnis atau perusahaan untuk menerima sebuah produk. Telah mengerti perbedaannya, kan?

Dalam bisnis masakan, HPP terkait erat dengan food cost. Food cost sendiri berperan sebagai rujukan terutamanya dalam memutuskan harga jual makanan supaya pengusaha menerima profit.

Sistem Menghitung HPP dan Food Cost
Perhitungan food cost atau HPP di dalam bisnis masakan terbagi menjadi dua tahap, yakni perhitungan tepat dan aktual. 

1. Food Cost Tepat
jari seorang yg lagi pencet tombol kalkulator untuk menghitung food cost tepat buat hpp 
Perhitungan food cost tepat senantiasa dilaksanakan di permulaan untuk diwujudkan sebagai pertanda di perhitungan berikutnya, adalah food cost aktual. Idealnya, food cost untuk makanan ada di angka 20 hingga 35%.

Untuk menghitung poin tepat telah ada rumus bakunya, adalah modal dibagi dengan harga jual, kemudian dikali 100%. Bila ditulis dalam format rumus menjadi:

(Modal/harga jual) x 100%

Supaya Anda lebih gampang memahaminya, akan dikasih model perhitungan food cost pada usaha makanan seblak. Satu porsi seblak memerlukan rincian modal seperti berikut:

Krupuk: Rp 500
Makroni: Rp 750
Mi keriting: Rp 250
Sosis: Rp 750
Bakso: Rp 1.000
Siomay: Rp 1.000
Telor ayam: Rp 2.000
Bumbu-bumbu: Rp 1.000
Gas untuk memasak: Rp 750
Dari detil di atas, bisa dihitung bahwa sempurna modal untuk satu porsi seblak yaitu Rp 8.000. Berikutnya, tentukan harga jual yang diharapkan untuk satu porsi seblak. Seumpama Rp 27.000. Sesudah itu, Anda baru dapat menghitung berapa prosentase food cost idealnya.

Pakai rumus yang telah diceritakan di atas, berikut perhitungannya.

Food cost = (Modal/harga jual)x100%

Food cost = (Rp 8.000/Rp 27.000)x100%

Food cost= 29,6%

Dari perhitungan di atas didapat angka tepat di 29,6%. Angka hal yang demikian telah cukup aman dan 

Dari perhitungan di atas diperoleh angka pas di 29,6%. Angka hal yang demikian telah cukup aman dan layak dengan standar food cost bisnis makanan.

2. Food Cost Aktual
Untuk mengenal apakah food cost pas tadi seusai dengan kenyataan atau tak, karenanya digunakanlah perhitungan food cost aktual. Nah, untuk menghitung poin dari food cost aktual, Anda semestinya menghitung skor HPP-nya khususnya dulu.

Artinya, Anda wajib mempunyai data persediaan di permulaan, pembelian yang dikerjakan untuk persediaan, serta persediaan di akhir sesudah dikerjakan stock barang. 

Sesudah mengenal skor HPP, berikutnya Anda bisa menghitung food cost aktual. Selanjutnya dapat dibandingi antara food cost tepat dengan aktual. Agar tak keder, sebaiknya Anda seketika menyimak model berikut.

3. Menghitung HPP
Seumpama, kios seblak mempunyai persediaan atau stok permulaan sebanyak 25 porsi. Sempurna modal yang dikeluarkan untuk persediaan permulaan ini yakni 25 x Rp 8.000 = Rp 200.000. (Stok permulaan)

Sementara untuk 7 hari ke depan, toko membeli bahan baku untuk 200 porsi. Perhitungannya menjadi 200 x Rp 8.000 = Rp 1.600.000. (Pembelian stok)

Sesudah dijalankan perhitungan sebelum penjualan atau stock opname, rupanya ada 5 porsi untuk persediaan akhir seblak. Nilainya yakni 5 x Rp 8.000 = 40.000. (Stok akhir)

Kini saatnya untuk menghitung HPP memakai rumus berikut:

HPP = stok permulaan + pembelian stok + stok akhir

HPP = Rp 200.000 + Rp 1.600.000 + Rp 40.000 = Rp 1.760.000

4. Menghitung Food Cost Aktual
Sebab skor HPP telah didapat, kini Anda telah dapat menghitung food cost aktual. Sebagai figur, jumlah seblak yang terjual ialah 210 porsi dengan harga jual Rp 27.000 per porsi. Jadi pendapatannya merupakan 210 x Rp 27.000 = Rp 5.670.000.

Food cost aktual mempunyai rumus berikut:

Food cost aktual = (HPP/ sempurna poin yang terjual) x 100%

Food cost aktual = (Rp 1.760.000/Rp 5.670.000) x 100% = 31%

Skor food cost aktual memang biasanya lebih besar diperbandingkan food cost tepat. Seandainya ini terjadi sebab dalam tiap-tiap cara kerja pembuatan makanan telah pasti ada bahan yang terbuang. Faktornya banyak, umpamanya bahan baku rusak, busuk, dan lain sebagainya.

Jikalau selisihnya tak terlalu besar, hal hal yang demikian tak terlalu menjadi soal. Anda perlu waspada bila nilainya lebih besar, contohnya menempuh 20%. Seandainya hal ini terjadi, artinya ada pemborosan selama progres pembuatan makanan. Lakukan evaluasi dan koreksi supaya hal hal yang demikian tidak terjadi lagi.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode menghitung HPP dan food cost tidaklah kompleks. Kini Anda telah dapat menggunakan perhitungan tadi di bisnis masakan Anda. Selamat mencoba! Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung HPP Untuk Bisnis Kuliner di Jakarta"